Ian Hugen: Mendobrak Konsep di Masyarakat Melalui Fesyen

Oleh
Talkshow kedua dari UIFW 2019 menghadirkan Ian Hugen dan Fadhilah Amalia sebagai pembicara. (Image: ArdhaFranstiya/UrbanAsia)

Urban Asia - Dalam artikel jurnalnya yang berjudul "Deconstruction of Gender Steoreotypes Through Fashion", Nihan Akdemir menyatakan bahwa seorang individu dapat menggunakan gaya berpakaiannya untuk mengekspresikan identitas gendernya yang mungkin tidak  sesuai dengan ekspektasi yang ada di masyarakat.

Well, pada dasarnya, bias gender masih sangatlah kental di masyarakat.

Akan selalu ada stereotipe yang muncul, baik mengenai identitas gender seseorang hingga ekspektasi apa yang diinginkan dari identitas tersebut.

Hal tersebut ternyata berlaku juga di bidang fesyen.

Baca juga: Karin Novilda: Media Sosial Mirip Alkohol dan Narkoba

Secara kasat mata mungkin kita tidak memahami bahwa stereotipe mengenai pakaian yang kita pakai itu does exist.

Akan tetapi, tentunya kamu menyadari bahwa apabila seorang laki-laki tidak menggunakan celana dan malah menggunakan rok atau terusan, maka hal tersebut seolah ditolak oleh masyarakat.

Ian Hugen dan Fadhilah Amalia saat menerima pelakat dari UIFW 2019. (Image: Ardha/UrbanAsia)


Hal tersebut dianggap tidak normal dan dirasa ada yang salah.

Padahal, yang jelas terjadi adalah, masyarakat masih memegang teguh konsep yang mereka yakini benar.

"... Kita hidup dalam konsep yang dibuat masyarakat," papar Ian Hugen, salah satu pembicara dalam talkshow kedua dari UI Fashion Week 2019 yang diadakan di Kuningan City, Jakarta Selatan, Minggu (7/4).

"Kalau ini hanyalah sebuah konsep, I can go out from that. Make my own concept. Karena fashion is everyone," lanjut Ian Hugen.

Baca juga: Manfaat Media Sosial: Menghindari FOMO hingga Ekspresi Diri

Dengan demikian, dengan adanya peluang bahwa fesyen adalah suatu media untuk mengekspresikan diri, maka harus dipahami bahwa fesyen tak memiliki batasan.

Tak dibatasi oleh bias gender dan juga aturan samar yang ada di masyarakat. Ataupun diatur oleh penggaris-penggaris yang menentukan apa yang pantas dan tidak.

Pada akhirnya, fesyen bukan sekadar tentang cara berpakaian, akan tetapi adalah bagaimana cara kita mengekspresikan diri melalui apa yang kita kenakan.

So, kamu bisa lho mendobrak konsep yang ada di masyarakat dengan melalui berbagai hal, salah satu adalah melalui fesyen.(*)


Penulis: Puji P. Rahayu