Wah, di Kabupaten Malang Bakal Ada Wisata Pasar Apung Nih guys!

Oleh
(Image: Humas Pemkab Malang)

Urbanasia - Di Kabupaten Malang bakalan ada destinasi wisata baru namanya Pasar Apung yang dibuka di Sungai Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumber Pucung. Desa Senggreng memiliki potensi wisata di bidang budaya, dan alam khususnya dalam bidang perairan.

Tentu hadirnya pasar apung ini bakalan jadi wisata pertama yang serupa. Pasar Apung Senggreng ini diresmikan langsung oleh Plt. Bupati Malang Drs. HM. Sanusi. MM, pekan lalu.

"Pasar Apung ini saya resmikan sebagai wujud inovasi kreatif wisata lokal di pedesaan serta jadi pasar terapung pertama di wilayah kita (red, Kabupaten Malang)", ungkap Plt. Bupati Malang sebagaimana dilansir dari website humas Pemerintah Kabupaten Malang.

Sebagai agenda perdana, dalam Pasar Apung ini juga diselenggarakan Festival Pasar Apung yang merupakan kegiatan berbentuk pasar apung bercirikan tradisional.

Baca Juga: Wah! Ada Wahana Edukasi ‘Gempa’ di Floating Market Lembang, Lho

Agenda ini menjadi etalase bagi potensi-potensi yang ada di Desa Senggreng. Harapannya agenda ini dapat berkelanjutan dan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Festival ini sendiri mengusung tema “Perekonomian Tempo Dulu”.

Gelaran ini semakin mantap dengan iringan alunan instrumen musik gamelan sebagai penguat nuansa Jawa. Selain itu juga terdapat lapak dagang di atas perahu.

Mulai dari olahan kuliner khas  yang menjual makanan, minuman tradisional, hasil perikanan, kerajinan, dan kekayaan alam Senggreng lain.

Sanusi mengharapkan keterlibatan semua jajaran pemerintah dan swasta bahkan pihak dari akademis untuk mensukseskan wisata festival pasar apung tersebut.

Bahkan, Kepala Dinas terkait diperintahkan memberikan bantuan peningkatan fasilitas penunjang dilokasi tersebut.

"Dengan inovasi desa di bidang pariwisata saya perintahkan jajaran dinas dan masyarakat segera memaksimalisasikan fasilitas penunjang salah satunya jalan raya menuju lokasi pasar tersebut", tuturnya.

Baca Juga: Festival Tong Tong Night Market: Pengunjung Bisa Bayar Pakai Mata Uang Zaman Belanda

Nggak hanya meresmikan, Sanusi juga mengelilingi kawasan sungai dengan perahu mesin serta tidak segan duduk menikmati jajanan tradisional yang disajikan para pedagang di pasar apung tersebut dengan duduk bersama pembeli yang lainnya.

Kunjungan yang dihadiri para pejabat serta beberapa kolega dari salah satu dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan menerjunkan ratusan mahasiswanya.

Untuk tahun ini program KKN mahasiswa dihadapkan bisa membantu dan terus melaksanakan pendampingan untuk program di masyarakat.

"Untuk KKN Mahasiswa tahun ini bukan hanya untuk waktu singkat tapi akan terus melalukan kolaborasi bersama masyarakat secara berkala." Kata Pak Profesor. YM. Kholili mewakili pihak Rektorat UMM Malang.

Selain jadi sungai yang dipenuhi berbagai ikan tangkapan nelayan, Sanusi mengharap para nelayan di kawasan setempat tetap di berdayakan bahkan dikembangkan meskipun sudah menjadi sebuah Pasar Apung.(*)


Penulis: Nunung Nasikhah (Urbanasia Malang)