Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg Jadi Orang Paling Berbahaya di Dunia

Oleh
Mark Zuckerberg. (Instagram @zuck)

Urbanasia - Facebook yang dibentuk tahun 2004 lalu sukses mengangkat nama Mark Zuckerberg.

Berkat Facebook, majalah Forbes menobatkannya jadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia tahun 2015 lalu. Mark juga jadi CEO terpopuler tahun 2016 mengalahkan CEO Amazon Jeff Bezos dan CEO Apple Tim Cook.

Banyak penghargaan bergengsi diterimanya berkat Facebook. Namun beberapa tahun belakangan, Facebook didera banyak kontroversi.

Puncaknya adalah kasus pembobolan data oleh perusahaan riset Cambridge Analytica. Saat itu data pengguna Facebook 'diambil' untuk kepentingan kampanye Pilpres Amerika Serikat tahun 2016 lalu. 

Baca juga: Wow! Facebook Rilis Fitur Pengingat Film

Akibat peristiwa tersebut, popularitas Mark langsung turun drastis. 

Ketidaksukaan pada Mark juga makin bertambah usai dirinya mengakuisisi WhatsApp, Instagram, dan Messenger. Dilaporkan para petinggi perusahaan yang dicaplok Mark Zuckerberg merasa tidak senang dengan rencana integrasi platform aplikasi mereka dengan Facebook.

Rencana CEO Facebook itu mengintergrasikan WhatsApp, Instagram, dan Messenger membuat dirinya memegang semua data pengguna masing-masing aplikasi pengirim pesan itu.

Profesor Sekolah Bisnis Universitas New York, Scott Galloway, dalam acara Bloomberg Markets: The Close, menyebut CEO Facebook itu sebagai 'The Most Dangerous Person in the World atau Orang Paling Berbahaya di Dunia'. 

Baca juga: Siapa Saja Kini Bisa Bikin Filter Wajah Instagram

''Mark Zuckerberg sedang mencoba untuk mengenkripsi backbone WhatsApp, Instagram, dan inti Facebook sehingga ia punya satu jaringan komunikasi yang mencakup 2.7 miliar orang,'' ujar Galloway seperti dikutip CNBC. 

"Gagasan bahwa kita akan punya satu orang menentukan algoritma backbone 2.7 miliar orang menakutkan - apapun niatannya," lanjutnya lagi.

Orang-orang sendiri mulai khawatir dengan keamanan data pribadi mereka sejak kasus pembobolan Cambridge Analytica. Netflix lewat film dokumenter 'The Great Hack' juga menggambarkan menakutkannya kekuatan data seseorang.

Maka tak heran kalau Mark Zuckerberg yang memegang data 2.7 miliar orang dinilai menakutkan oleh beberapa pihak sehingga dijuluki 'orang paling berbahaya di dunia'. 


Penulis: Kintan Lestari