Chief Officer WhatsApp Business Mengundurkan Diri, Kenapa?

Oleh
WhatsApp

Urban Asia - Setelah sekitar satu tahun co-founder WhatsApp, Brian Acton memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

Dilansir dari Techcrunch, saat ini eksekutif lainnya, chief business officer WhatsApp Neeraj Arora mengumumkan untuk keluar dari aplikasi pesan instan tersebut.

"Meluangkan waktu untuk mengisi ulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga,” terang Arora.

Dalam pengumuman pengunduran dirinya, Arora mengatakan ia sangat berhutang budi kepada Acton dan Koum.

"Saya sangat berhutang budi kepada Acton dan Koum, yang mempercayakan saya untuk menjadi rekan bisnis mereka selama bertahun-tahun,” ungkap Arora lagi.

Di tahun 2014 silam, Facebook secara resmi mengakuisisi WhatsApp sebesar 19 miliar dolar AS. Facebook memilih Acton dan Jan Koum untuk memimpin WhatsApp agar terus beroperasi secara independen.

Arora mulai bergabung dengan WhatsApp pada tahun 2011 dari Google. Ia dilaporkan bakal menjadi pelopor dengan menggantikan Koum sebagai CEO.

Namun setelah ia memutuskan untuk keluar dari WhatsApp, belum jelas siapa yang akan mengantikan posisinya untuk memimpin WhatsApp.

Sebelumnya juga pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger secara resmi mengundurkan diri pada September 2018, setelah Facebook menguasai Instagram dengan nilai $ 1 miliar.

Sementara Koum sendiri, meninggalkan WhatsApp hanya beberapa bulan sebelum keduanya mengundurkan diri.

Koum sempat menulis artikel di blog pribadinya, dengan menyebutkan bahwa Zuckerberg dan Facebook tidak lagi menghormati privasi.

"Perusahaan-perusahaan ini tahu secara harfiah segala sesuatu tentang Anda, teman-teman Anda, minat Anda, dan mereka menggunakannya untuk menjual. iklan. Di setiap perusahaan yang menjual iklan, sebagian besar tim teknik mereka menghabiskan waktu mereka untuk melakukan penambangan data, menulis kode yang lebih baik untuk mengumpulkan data pribadi Anda ... ingat, ketika iklan terlibat, Anda adalah pengguna produk,” tulis Koum seperti dikutip dari Techcrunch, Selasa (27/11).

Menurut Josh Constine dari TechCrunch, Koum tidak senang "tentang bagaimana Facebook akan memonetisasi aplikasinya dan dampaknya pada privasi."

Keluarnya Arora adalah sebuah bukti bahwa Facebook telah memasuki era baru, dimana strategi akuisisi perusahaan mungkin berada dalam bahaya serius dari kerusakan jangka panjang, demikian Techcrunch.