Setelah Kerusuhan di El Monumental Stadion, Presiden Argentina Desak RUU Anti Hooligan Disahkan

Oleh
Mauricio Macri (tengah). Image (Perfil.com)

Urban Asia - Setelah kerusuhan terjadi dalam pertemuan leg kedua babak final Copa Libertadores antara River Plate dan Boca Juniors, Presiden Argentina Mauricio Macri ingin membentuk Rancangan Undang-Undang (RUU) anti hooliganisme.

Sang Presiden ingin sebuah undang-undang dapat lebih keras menghukum berbagai jenis kekerasan di sepakbola, khususnya di Argentina.

Ia menilai kerusuhan tersebut memalukan, apalagi menyusul Argentina tengah bersiap menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara G20 pada Jumat (30/11) mendatang.

Macri mengecam keras organisasi fans sepakbola kriminal, Barras Bravas yang terkenal sering berurusan dengan barang-barang terlarang, memalak penonton, dan usaha kecil sekitar stadion.

"Kami menolak mafia yang sering berada di belakang jenis kekerasan ini. Saya harap setelah rasa malu ini, kita bisa mendapatkan undang-undang yang disahkan dalam sesi ekstra Kongres," kata Macri, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (27/11).

Seperti diketahui, insiden kerusuhan terjadi sebelum pertandingan leg kedua di kandang River Plate, El Monumental Stadion di mulai.

Ketika mendekati stadion, bus yang diisi oleh para pemain Boca Junior dihujani oleh benda-benda keras dari suporter sehingga membuat beberapa jendela bus hancur.

Bahkan sebagian pemain Boca Junior mengalami cedera akibat insiden tersebut. Alhasil pertandingan lanjutan keduanya harus ditunda, setelah mereka bertemu di leg pertama dengan hasil imbang 2-2.

Pertemuan kedua klub merupakan pertemuan pertama kali dalam memperebutkan gelar elit level Amerika Selatan. Pertemuan musuh bebuyutan sekota itu disebut-sebut sebagai final terbesar sepanjang 58 tahun sejarah di kompetisi ini.