Lega! Man City Selamat dari Sanksi Transfer FIFA

Oleh
Image: Instagram @mancity

Urbanasia - Manchester City patut bernapas lega terkait dugaan manipulasi transfer yang dilakukan. Meski dinyatakan bersalah, City cuma dihukum denda dan bukan skorsing transfer.

Hal ini berawal di bulan Maret lalu ketika muncul laporan FIFA yang menyebut City melakukan transfer ilegal pemain muda. Ini terkait hubungan City dengan klub Denmark , FC Nordsjaelland, dan akademi sepakbola Right To Dream di Ghana yang keduanya dimiliki oleh Tom Vernon (Presiden Nordsjaelland).

Baca Juga: Gelandang Portugal Ini Jadi Rebutan Manchester United dan Liverpool, Guys!

Pada 2018, dua pemain Right To Dream, George Davies dari Sierra Leone dan Dominic Oduro dari Ghana, menandatangani kontrak saat mereka belum berusia 18 tahun. Mereka pun juga sudah bermain di berbagai kejuaraan usia muda bersama City.

Keduanya memang tak lagi bermain untuk City, tapi FIFA terus menyelidiki perjalanan karier keduanya selama di City. Nah, dari hasil penyelidikan itu, City terbukti bersalah karena mengikat kontrak pemain di bawah umur 18 tahun.

City pun tak mau tak mau mengakui kesalahan mereka tersebut meski tak menghalangi FIFA untuk menjatuhkan hukuman. Namun, hukumannya tak seberat perkiraan awal.

Baca Juga: Agar Tidak Pergi, David de Gea Bakal Jadi Kapten Manchester United?

City hanya diharuskan membayar sebesar 370 ribu franc swiss atau sekitar Rp 5 miliar kepada FIFA. Tak ada hukuman transfer dua periode yang sebelumnya disebut-sebut akan dijatuhkan.

Hukuman City ini persis seperti yang diterima Real Madrid dan Barcelona karena kasus transfer pemain di bawah umur. Tapi, beda halnya dengan Atletico Madrid beberapa tahun lalu yang tidak bisa belanja di dua bursa transfer.

Dikutip AP, FIFA hanya memberi denda karena menganggap City kooperatif dan tidak berusaha menyembunyikan bukti.


Penulis: Rezki Maulana