UB Pecahkan Rekor MURI, 14.950 Mahasiswa Baru Main Perkusi Saat Ospek

Oleh
Puluhan ribu mahasiswa baru UB main perkusi saat ospek dan pecahkan rekor MURI. (Image: Humas UB)

Urbanasia - Hari ini (13/8), sebanyak 14.950 mahasiswa baru Universitas Brawijaya menjalani agenda Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PK2MU) atau yang populer dengan nama ospek.

Uniknya, dalam upacara penerimaan mahasiswa baru ini disemarakkan oleh pemecahan rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia).

Sebanyak maba tersebut menampilkan pagelaran musik perkusi dengan peserta terbanyak. Sementara, rekor yang sudah pernah tercatat sebelumnya sebanyak 11 ribu peserta.

Hebatnya, Andre Purwandono, Manager Operasional MURI menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya layak untuk dijadikan sebuah rekor Indonesia, namun bahkan pantas dijadikan rekor dunia.

Baca Juga: Tegaskan Tak Ada 'Jalur Belakang', Universitas Brawijaya: Seleksi Murni Hasil Tes

"Dengan sangat menyesal, kami tim Museum Rekor Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kegiatan hari ini menurut kami tidak layak untuk dijadikan sebuah rekor Indonesia karena bagi kami kegiatan hari ini sangat layak diganjar sebuah rekor dunia," katanya didepan balasan maba ini.

Rekor yang dicapai UB ini merupakan rekor yang ke-9105 dihitung sejak tahun 1990-an. Menurutnya, kegiatan semacam ini harus sering-sering ditonjolkan oleh generasi muda Indonesia.

"Dewasa ini bangsa kita sedang krisis mental dan moral. Justru kegiatan positif itu bisa membangun mental kita untuk menjadi manusia yang baik. Kita bisa berkontribusi untuk indonesia," tuturnya.

Dalam pemecahan rekor MURI ini, permainan perkusi dengan peserta terbanyak ini menggunakan alat-alat sekolah, seperti sempoa, papan dada, dan sepasang tongkat semaphore.

Baca Juga: Calo Tawarkan 'Jalur Belakang' Universitas Brawijaya, Dijamin Lolos Katanya

"Kita menggunakan alat sekolah karena khas dan belum ada pemecahan rekor sebelumnya perkusi dengan lagu gebyar, dengan alat sekolah, dikolaborasikan dengan paduan suara dan band," ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UB, Prof. Dr. Drs. Abdul Hakim, MSi.

Menurutnya, PK2MU pada umumnya hanya mob menggunakan kertas atau payung  yang membentuk suatu kata-kata tertentu atau lambang tertentu.

"Itu sudah biasa. Brawijaya ingin tampil lain dari yang lain. Tidak lagi yang seperti itu. Yang seperti itu sudah kita akukan 2-3 tahun berturut-turut," tegasnya.

Sementara itu, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, M.S. mengatakan, kegiatan ini diharap dapat membentuk mindset mahasiswa baru untuk bersaing di kancah internasional.

Baca Juga: Gelar Job Fair 46 Jam Nonstop, Universitas Widyatama Pecahkan Rekor MURI, Keren!

Terlebih oleh Kemenristekdikti, UB diharap mampu menjadi kampus kelas dunia dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.

"Brawijaya ini oleh Kementerian diharapkan menjadi kampus kelas dunia dan dalam kurun 5 tahun ini Brawijaya diharapkan rankingnya kurang dari 505 oleh karena itu mindset mahasiswa juga perlu dibentuk melalui pemecahan rekor dunia," pungkas Nuhfil.(*)


Penulis: Nunung Nasikhah (Urbanasia Malang)