Semarakan Asia Afrika Festival 2019: Kenali Lebih Dekat Museum KAA Bandung

Oleh
Museum Asia Afrika. (Image: tourbandung.id)

Urban Asia - Bandung memiliki sejarah panjang dan menarik. Salah satunya, kota kembang pernah menjadi saksi dari sebuah peristiwa bersejarah Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan pada 18 – 24 April 1955.

Milenial Bandung, pasti udah gak asing deh salah satu bangunan yang berdiri di Jalan Asia Afrika bernama Museum KAA alias Konferensi Asia Afrika.

Sesuai namanya, museum ini mengabadikan banyak memorabilia mengenai konferensi 64 tahun lalu tersebut. Selain sejarah tentang konferensi, kamu juga bisa menambah ilmu pengetahuan dan sejarah tentang negara-negara yang terlibat dalam KAA termasuk Indonesia, lho.

Dari struktur, museum ini menyatu dengan Gedung Merdeka. Hayo, udah pada tahu belum tentang gedung satu ini? Ternyata Gedung Merdeka memiliki fungsi sebagai kegiatan sidang utama, termasuk konferensi Asia Afrika. Ada yang udah pernah masuk ke dalamnya belum nih?

Baca juga: Bandung Siap Sambut KAA, Ini Dia Kegiatan Seru yang Bisa Kamu Lakukan di Asia Afrika Festival 2019


Sejarah Museum Konferensi Asia Afrika

Bandung pernah dikagumi sebagai acuan politik Internasional, terutama pada tahun 1955. Dalam konferensi Asia Afrika, para pemimpin dari seluruh kawasan Benua Asia Afrika bertemu di Kota Bandung.

Seperti yang kita tahu, konferensi ini bertujuan untuk mempersatukan sikap dan membangun kerjasama antara bangsa-bangsa Asia-Afrika, plus menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia.

Dari konferensi internasional itu terciptalah Dasa Sila Bandung. Dasa Sila ini jadi pedoman serta semangat bagi bangsa-bangsa benua Asia Afrika untuk berjuang memperoleh kemerdekannya masing-masing.

Baca juga: Sensasi Menginap di Abad Pertengahan Eropa di GH Universal Hotel Bandung

Konferensi skala Internasional ini menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi Indonesia. Oleh karena itu, peristiwa bersejarah ini pun diabadikan dalam sebuah museum dimana konferensi tersebut berlangsung.

Agar kelak, generasi Indonesia seterusnya tahu, bahwa Bandung pernah jadi tempat untuk peristiwa yang begitu membanggakan. Ada yang udah pernah masuk ke dalam Museum KAA belum nih?


Lokasi museum

Bagi kamu yang penasaran mau berkunjung, museum ini berlokasi di Jalan Asia Afrika No 65, Braga, Sumur Bandung. Museum ini mudah banget diakses karena terletak di pusat Bandung.

Letaknya dekat dengan Alun-Alun dan Masjid Raya Bandung. Plus, kamu juga bisa langsung lanjut menyusuri Jalan Braga setelah dari sini. Seru kan buat wisata sejarah Bandung?

Baca juga: Libur Cuma Sehari dan Ingin ke Bandung? Yuk, Relaks di Tempat Wisata yang Dekat dengan Kota Ini!


Apa aja kegiatan dan fasilitas di Museum KAA?

Buat kamu yang kepo, biasanya ada fasilitas dan kegiatan apa aja sih di Museum KAA? Sebelum berkunjung yuk cari tahu daftranya di bawah ini!


1. Pameran tetap

Kamu yang suka banget dengan sejarah, pasti bakal suka deh dengan pameran sejumlah koleksi penting di sini. Ada benda dan foto dokumenter terkait beberapa peristiwa seperti Konferensi Bogor, Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, dan terakhir Konferensi Asia Afrika 1955. Ada pula  foto-foto yang menggambarkan peristiwa kelahiran KAA.


2. Mengenal sejarah

Museum ini juga memiliki perpustakaan dengan segudang koleksi buku yang berhubungan dengan sejarah, sosial, politik, dan budaya negara di Asia Afrika.

Baca juga: 7 Restoran dengan Pemandangan Terbaik di Bandung

Terdapat pula dokumen-dokumen penting terkait Konferensi Asia Afrika dan konferensi selanjutnya. Selain buku, ada pula surat kabar dan majalah hasil sumbangan dan pembelian. Buat kamu yang ingin mencari informasi tertulis soal Konferensi Asia Afrika, bisa ke sini nih!


3. Menonton film dokumenter

Nah, ini nih fasilitas yang seru. Kamu bisa menonton beberapa film dokumenter tentang keadaan dunia hingga tahun 50-an dan hal-hal yang berkaita dengan Konferensi Asia Afrika.

Museum ini menyediakan sebuah ruangan audio visual khusus yang dipelopri oleh Abdullah Kamil. Gak hanya berpaku pada film dokumenter soal KAA, kamu juga bisa menonton film dokumenter kebudayaan dari negara-negara di Asia Afrika.


4. Pemandu wisata

Yap, bagi kamu yang berkunjung ke sini kamu bisa reservasi Pemandu Wisata yang akan membantu kamu memahami sejarah KAA lebih baik lagi.

Biasanya, layanan Pemandu Wisata ini tersedia bagi pengunjung yang datang untuk kunjungan resmi seperti tamu pemerintah ataupun rombongan kunjungan umum.


5. Pameran temporer

Selain pameran tetap, ada pula pameran tempores yang seriing diadakan pada saat-saat tertentu oleh Museum KAA. Pameran ini biasanya diumumkan melalui website resmi.

Adapun pameran ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat soal politik luar negeri dan sejarah diplomasi Indonesia. Pameran ini biasanya digelar di bagian luar museum.


6. Beragam kegiatan komunitas

Gak banyak yang tahu, Museum KAA juga memfasilitasi dan menjadi wadah untuk beragam kegiatan komunitas yang berhubungan dengan Asia-Afrika.

Komunitas ini biasanya meliputi komunitas yang mempelajari bahasa-bahasa di negara Asia-Afrika, komunitas budaya Asia-Afrika, hingga komunitas soal film dan buku. Biasanya para mahasiswa tertarik untuk menjadi bagian dari komunitas ini. Menarik banget nih!


7. Digital virtual tour

Kamu ingin berkunjung ke museum tapi gak bisa karena jauh? Menariknya, Museum KAA menawarkan kegiatan visual tour melalui website resmi mereka.

Kegiatan ini pas banget buat kamu yang ingin tahu soal Museum KAA Bandung dari kejauhan. Kamu akan diajak bereksperimen berkeliling sekitar museum dari depan layar komputer.

Virtual tour ini akan menujukan beragam area yang ada dalam museum namun dalam bentuk virtual. Menarik banget ya?


8. Membaca di perpustakaan

Membahas soal perpustakaan di Museum KAA, ada sebuah ruang baca alias perpustakaan modern yang dibangun pada tahun 2005 sebagai perayaan dan peringatan KAA yang ke 50, nih.

Baca juga:

Perpustakaan ini mengoleksi beraga buku sejarah, politik, sosial, dan budaya soal negara-negara Asia Afrika plus dokumen terkait. Ada pula ‘Braille Corner’ bagi para tunanetra. Wah, jadi kepo pengen tahu deh kaya gimana perpustakaannya.

Nah, guys, gak ada salahnya nih kamu melewatkan weekend kamu buat berkunjung kemari. Museum ini buka pada hari Senin hingga Minggu dari pukul 8 pagi hingga 4 sore. Kuy, kenali sejarah Bandung lebih dekat di sini!


Penulis: Citra Resmi (Kontributor Bandung)