Pemuda Bandung Ditangkap karena Curi Pakaian Dalam Cewek, Ini Penyebabnya!

Oleh
Ilustrasi. (Image: pixabay)

Urbanasia - Seorang pencuri pakaian dalam wanita ber ditangkap di Bandung. Pencuri berinisial RA (24) ini ternyata telah melancarkan aksinya sebanyak 4 kali. Ia beraksi di wilayah Babakan Sari Kiaracondong, Bandung.

Aksinya itu berhasil digagalkan setelah polisi menyiapkan jebakan untuknya. Polsek Kiaracondong menerima laporan dari masyarakat soal pakaian dalam yang sering hilang, laporan ini pun ditindaklanjuti oleh pihak berwajib.

Polisi berhasil memergoki RA yang sedang mengendap-endap untuk mencuri pakaian dalam wanita pada Senin (12/8) dini hari.

Target RA adalah indekos-indekos yang tersebar di Kiaracondong. Ia mengaku alasannya berani melakukan hal ini karena dorongan hasratnya yang tinggi.

Baca Juga: Aksi Gila Bule Tabrakkan Diri di Bali Curi Perhatian

Selain pakaian dalam, polisi berhasil menyita barang berharga lain seperti ponsel, sepuluh celana dalam, dan tiga bra wanita.

Setelah diperiksa, ternyata pelaku memiliki sebuah fantasi terhadap celana dalam wanita sejak kecil, lho.

Hal ini bisa dibilang sudah mengacu pada sebuah kelainan seksual, lho. Pasalnya, RA sendiri mengaku dengan menciumi celana dalam wanita yang ia curi, hasrat seksualnya lebih terpuaskan ketimbang berhubungan intim dengan lawan jenis.

Akhirnya, pelaku ini sudah diamankan dan dikenai pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Baca Juga: Viral Seorang Mahasiswa Menyelinap di Pelantikan Anggota DPRD Bandung, Bikin Ricuh!

Lalu kelainan seksual apa ya yang diderita pelaku? Dilansir dari berbagai situs informasi, mencuri dan menciumi celana dalam yang dilakukan atas dorongan fantasi merupakan kelainan seksual yang disebut fetitisme.

Objeknya nggak hanya celana dalam dan pakaian dalam, pengidapnya kerap menggunakan barang-barang lain seperti sepatu dan stocking. Fetisisme ini juga digolongkan ke dalam beberapa tahap, lho. 

Tahap pertama ada desires, tahap kedua dinamakan cravers dan murderes. Semakin tinggi tahapannya semakin parah pula tingkat kelainan seksualnya.

Dalam tahap desires, pengidap tadi bisa saja sampai membunuh seseorang buat memuaskan hasratnya, lho.

Penyebab kelainan ini belum bisa diketahui sampai sekarang, namun trauma akibat pelecehan seksual bisa jadi salah satu penyebabnya, lho.(*)


Penulis: Citra Resmi (Urbanasia Bandung)