Driver Ojol Grepe-grepe Penumpang Ternyata Residivis Pencuri Celana Dalam

Oleh
(Image: Flickr)

Urbanasia- Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang driver ojek online di Surabaya telah menemukan titik temu. Pelaku bernama Fatchul Fauzi telah dibekuk oleh Polrestabes Surabaya kurang dari sehari.

Pelaku berusia 27 tahun ini ditangkap di kediamannya di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya. Sebelumnya ia melakukan tindakan tidak senonoh terhadap penumpang perempuannya yang membutuhkan jasanya via aplikasi ojek online dari Terminal Purabaya menuju Jalan Kupang Krajan.  

Baca Juga: Pemuda Bandung Ditangkap karena Curi Pakaian Dalam Cewek, Ini Penyebabnya!

Dalam perjalanan, pelaku yang hendak melancarkan aksi ini mengambil rute yang sepi dan lebih jauh. Menurut informasi, korban dibawa hingga depan Rusunawa Kelurahan Sumur Welut Kecamatan Lakarsantri.

Korban pun sempat curiga dan menanyakan ke pelaku namun tak mendapat respond an justru meraba-raba bagian tubuh korban.

Korban berinisial BF ini pun secara reflek melompat dari motor dan lari meminta pertolongan. Pelaku sempat mengejar korban. Namun untungnya korban meminta tolong pada warga setempat.

Pelaku kemudian langsung melarikan diri. Atas kejadian itu, korban mengalami luka gores di tangan dan kakinya.

"Kami berhasil mengidentifikasi pelaku dan menangkapnya. Pelaku memang terdaftar resmi sebagai ojol,” ungkap AKBP Sudamiran, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya.

Menurut keterangan akun Facebook Jemi Ndoen, pelaku menggunakan motor dengan nomor polisi W 4625, dengan merk mio warna merah putih.

Baca Juga: Viral, Video Seorang Penjagal Hewan Kurban di Bandung Meninggal Saat Menyembelih

Lebih lanjut, Sudamiran mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan bahwa pelaku ini adalah seorang residivis yang pernah berurusan dengan hukum terkait kasus pencurian dengan kekerasan dan mencuri celana dalam wanita.

Untuk itu, polisi akan melibatkan psikiater. Diduga, pelaku yang sudah satu tahunan menjadi ojol ini memiliki kelainan seks.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 335 KUHP ayat 1 atau Pasal 281 ayat (1) ke 1e KUHP, tentang perbuatan tidak menyenangkan atau kejahatan terhadap kesusilaan.


Penulis: Nunung Nasikhah (Urbanasia Malang)