Di Malang Ada Kerupuk Kopi, Gimana Rasanya?

Oleh
(Image: Tim KKN 105 UMM)

Urbanasia- Tahukah kalian bahwa daerah Ngantang merupakan salah satu daerah penghasil kopi yang cukup melimpah di Kabupaten Malang?

Kabarnya, tahun 2017 silam, produksi kopi di Ngantang ini bahkan mencapai 348 ton biji kopi, lho.

Sugiati, Kepala Dusun Ganten, Desa Tulung Rejo, Kecamatan Ngantang mengatakan, dusunnya menghasilkan lebih dari 100 ton kopi setiap tahunnya.

Namun sayangnya, kopi ini hanya dijual secara gelondongan atau borongan dengan harga yang relatif murah.

Baca Juga: Digadang Jadi Calon Potensial Menteri Muda Jokowi, Ridwan Kamil Nggak Tertarik

Nah, agar produk unggulan kopi ini bisa lebih variatif dan bernilai jual tinggi, belakangan ini warga mengolah kopi dalam berbagai macam bentuk.

Mulai dari kerupuk kopi, mie kopi, nasi goreng kopi, sabun kopi, selai kopi hingga masker kopi.



Inovasi kerupuk kopi (Image: Timm KKN 105 UMM)

“Olahan produk kopi ini di beri brand KOPIN singkatan dari Kopi Inspiratif Ngantang,“ ungkap Muhammad Faizal Anshori selaku kordinator bidang Ekonomi dan Kewirausahaan KKN 105, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Melalui merek KOPIN, Faiz berharap, warga Dusun Ganten bisa terus berinovasi untuk membuat olahan kopi yang unik sehingga produk olahan kopi bisa menjadi produk khas dari Dusun Ganten, khususnya inovasi Kerupuk kopi. Kerupuk kopi sendiri dibuat dari biji kopi yang dipipihkan lalu dikeringkan di bawah sinar matahari.

Untuk memberikan nilai tambah produk kerupuk kopi ini warga juga diajari untuk melakukan pengemasan dan pemberian label produk sehingga kerupuk kopi lebih memiliki daya tarik.

Angga Pratama Fikri, Koordinator Desa KKN 105 UMM menyampaikan, warga Dusun Ganten terutama kelompok ibu-ibu sangat antusias dengan diadakannya penyuluhan produk olahan kopi ini.

Baca Juga: Kisah Mahasiswa Paling Inspiratif, Rela Ngemper di Musala saat Ikut Lomba

Angga juga berharap kegiatan penyuluhan ini bisa meningkatkan perekonomian warga Dusun Ganten dan tidak hanya berhenti pada tahap penyuluhan saja tetapi berlanjut meskipun program KKN berakhir.

Tim KKN UMM ini secara kolektif berupaya mendampingi warga agar perekomian desa lebih tumbuh dan berkembang. Mereka berinisiatif untuk membuat inovasi olahan kopi agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Caranya adalah dengan mengadakan penyuluhan produk olahan kopi melalui kreasi olahan kopi inovatif.


Penulis: Nunung Nasikhah (Urbanasia Malang)