Calo Tawarkan 'Jalur Belakang' Universitas Brawijaya, Dijamin Lolos Katanya

Oleh
(Image: Istimewa)

Urbanasia - Jagat sosial media warga Malang baru-baru ini digegerkan dengan aksi calo yang menawarkan jasa ‘jalur belakang’ untuk bisa masuk dan diterima sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya.  

Postingan berupa kartu nama berwarna hitam dan kuning tua dengan tulisan, “Seleksi Mandiri / Selma UB Malang 2019. Jalur belakang langsung LOLOS. Jurusan Saintek & Soshum. Pembayaran dibelakang setelah pengumuman. DIJAMIN LOLOS!!! Kuota terbatas.”

Baca Juga: Hindari Bias Gender, Universitas Teknik di Eropa Buka Rekrutmen Khusus Perempuan

Dalam kartu tersebut juga dilengkapi dengan kontak bertuliskan nama Leny. Kartu nama ini dibagi-bagikan di area Universitas Brawijaya (UB)  tepatnya di pintu kampus bagian utara, akses menuju jalan MT. Haryono.

Kebetulan waktu itu, menjelang pukul 15.00 WIB, ada salah satu satpam UB yang sedang libur sehingga tidak mengenakan seragam. Ia kemudian disodori amplop berisi dua lembar kertas oleh seorang laki-laki.

Satu kertas berupa kartu nama. Satu lagi berisi informasi tentang adanya jatah kursi titipan melalui jalur belakang.

Target sindikat ini ditujukan untuk mereka yang ingin masuk UB lewat jalur mandiri. Jalur ini dipilih karena pengelolaannya berada dalam lingkup internal kampus.

Dan memang, Senin (15/07) hingga  kemarin (16/07), UB tengah mengadakan seleksi jalur mandiri baik jalur regular maupun jalur penyandang disabilitas.


Kartu nama yang disebar calo di Universitas Brawijaya. (Image: Istimewa)

Baca Juga: Keren! Universitas Gunadarma Luncurkan Teknologi Canggih, Anatomage dan NVIDIA DGX-1

Hanya saja, bukan Leny yang ditemukan membagi-bagikan kartu nama ini. Melainkan seorang mahasiswa berusia 23 tahun asal Lamongan yang saat ini berdomisili di Wiyung, Surabaya. Ia mengaku mahasiswa semester enam di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.

Pelaku sebelumnya telah dibawa ke pihak UB dan diinterogasi di gedung rektorat pasca tertangkap tangan oleh petugas keamanan yang telah disodori amplop tersebut. Petugas tersebut akhirnya memanggil beberapa rekannya dan melaporkannya ke petinggi kampus.

Menurut keterangan narasumber yang tidak mau disebut identitasnya, tarif yang ditawarkan calo ini beragam. Tarif paling mahal yakni Rp 450 juta untuk masuk Pendidikan dokter. Kemudian jurusan saintek lain ditarif Rp 225 juta dan soshum Rp 200 juta.

Ia awalnya iseng menghubungi kontak yang tertera dan kemudian diajak ketemu untuk membicarakan tarif yang ditentukan.

“Saya hubungi langsung diajak ketemu,” katanya.

Tim Urbanasia telah menghubungi kontak yang tertera, namun belum ada tanggapan hingga berita ini dibuat. Kontak ini memiliki akun Whatsapp dengan foto profil yang bisa dilihat semua orang.

Belum ada keterangan resmi mengenai tindak lanjut kasus ini. Saat dikonfirmasi, pihak UB berencana akan menggelar konferensi pers pada pukul 13.00 WIB nanti.

Penulis: Nunung Nasikhah (Urbanasia Malang)