Kapan Lagi, Menikmati Syahdunya Musik Jazz dari Ketinggian 2.329 Mdpl

Oleh
Image: Instagram/@andradhandra

Urbanasia - Nonton konser musik jazz di dalam gedung barangkali sudah sangat biasa. Namun kalau nontonnya di pelataran gunung yang tingginya mencapai 2.329 mpl gimana ya sensasinya?

Nah, keseruan nonton konser musik jazz di gunung bisa banget dinikmati di event macam Jazz Gunung Bromo. Jazz gunung merupakan pergelaran musik bertaraf internasional yang menampilkan pertunjukan jazz bernuansa etnik di amfiteater yang beratap langit dan berlatar belakang alam yang indah.

Acara ini memang bukan pertama kalinya, namun sensasinya pasti jadi incaran banyak orang. Salah satunya adalah Ridza Adhandra, yang berkesempatan menikmati konser Jazz Gunung Bromo tahun ini.

“Udah dari tiga tahun lalu pengen ke sini. Alhamdulillah kesampean juga,” tulis Andra dalam postingan fotonya di instagram melalui akun @andradhandra.

Begitu juga dengan akun twitter @yudichu yang tampak bahagia bisa berkesempatan nonton Jazz Gunung Bromo tahun ini.

Baca juga: Main Yuk ke Kampung Wisata Literasi di Kecamatan Cinambo Bandung!

“Perdana ke Jazz Gunung Bromo, dari dulu wacana doang. Line up hari pertama seru, tadi pertama Ngalam Jazz Community keren.  Semakin malam semakin dingin. Sekarang 15 derajat celcius hehehe,” tulisnya dalam postingan twitter.

Pun dengan Andy Flores Noya, pembawa acara yang terkenal dengan program talkshow-nya, Kick Andy, menyampaikan keinginannya untuk menonton Jazz Gunung Bromo sejak lama.

“Sudah lama ingin nonton tapi baru tahun ini kesampaian,” ungkapnya dalam akun instagrajm @kickandyshow.


Image: Instagram/@andradhandra

Andy menceritakan bahwa gelaran Jazz Gunung Bromo ini telah berusia 11 tahun. Tahun ini digelar di pelataran Hotel Jiwa Jawa, Bromo. Ajang ini bermula dari obrolan santai bankir senior, Sigit Pramono, musisi Djaduk Ferianto, dan seniman Butet Kertaradjasa.

“Inilah pagelaran jazz tertinggi di dunia dengan ketinggian 2.329 mpl,” imbuh Andy.

Di hari pertama, Jum’at (26/7), sejumlah musisi jazz seperti Tompy, Mus Mujiono, Gugun Blues Shelter hingga Voyager4 dari Prancis sudah tampil lebih dulu.

Baca juga: Ramai Tempat Hiburan, Hongkong Cocok Dijadikan Tujuan Liburan

“Nanti malam (Sabtu, 27/7, red) giliran Chandra Darusman Project, Didi Kempot, Tristan dari Belanda dll akan menghibur penggemar jazz yg rela nonton dalam kondisi suhu sekitar 10% malam hari. Jazz Gunung Bromo memang keren,” tulis Andy menambahkan.

Yup, kondisi suhu yang luar biasa dingin menusuk kulit memang jadi sensasi tersendiri. Tentu penampakan penonton dan musisi yang mengenakan jaket tebal, syal hingga sarung tangan akan sangat umum dijumpai.

Banyak penonton yang mengungkapkan kekagumannya dengan gelaran Jazz Gunung Bromo ini. Terlebih dengan penampilan Didi Kempot yang kini mendapatkan julukan ‘The godfather of broken heart’, bapak patah hati Indonesia.  

“Abis Stasiun Balapan, Kangen, Banyu Langit...akhirnya, Sewu Kutho. Lagu senengane alm. ayahku. Biasane dinyanyekno mben isuk, full sound! Senajan, sak kejaping moto, tak nggo tombo, kangen njeroning dodo. Yah, kangen,” tulis akun twitter @ikiule.

Begitu juga dengan akun twitter @brontoo yang menuliskan, "Danar Hadi ON THE FLOOR, The godfather of broken heart!! #sadboysclub #didikempot #sadbois #jazzgunungbromo,” sebagai ungkapan bahagia menikmati penampilan Didi Kempot.

Baca juga: Seru, Kozi Coffee Bakal Bikin Kompetisi Japanese Ice Coffee Pertama di Dunia!

Tak hanya itu saja. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak juga ikut tampil dalam gelaran Jazz Gunung Bromo ini.

“Dasarnya musisi, ya pak Wagub santai yaa. Saking enaknya, penonton pengen pak Wagub perform lagi. Heee, tuman #jazzgunung #jazzgunungbromo #jgb2019,” tulis akun @ikiule.

Selain menampilkan sajian music jazz, event  ini juga memberikan penghargaan untuk Almarhum Maryono, saxophonist jazz Indonesia yang berjasa mengembangkan jazz di Indonesia.


Penulis: Nunung Nasikhah (Urbanasia Malang)